Kaki itu pernah menguatkanku.
Rezeki memang tidak melulu tentang materi, lebih dari itu ialah tentang sebuah arti. Arti kebahagiaan, kebersamaan, hubungan, ataupun sekedar pertemuan singkat.
Selepas kesempatan bertadabbur dengan Al-Qur'an, Alhamdulillah Allah karuniakan ketenangan batin yang menyejukkan hingga hari-hari begitu teduh dalam relung hati yang terdalam. Namun, nikmat akan selalu beriring dengan uji dan coba. Hingga setelah 4 bulan nikmat itu hinggap, Allah karuniakan coba yang mendalam hingga rasanya kesal terhadap diri itu terlampau berlebihan. Lagi-lagi, nikmat Allah beriringan. Ditengah-tengah kegundahan, Allah hadirkan sosok yang menenangkan. Kak Lia. Temen karantina, temen kamar, temen tidur, temen ngeluh, temen semangat, temen yang selalu berhasil buat aku canggung dikala ingin menikmati peluh hingga kembali tersenyum pulih, temen yang menggembirakan nan meninggalkan rindu dalam bingkai kenangan.
Trimakasih atas kesempatan story ig nya yang buat saya gatel comment dan dibales dengan kabar kalau ternyata baru aja landing dijogja. Betapa, betapa senengnya denger kabarnya. Dan ternyata nginepnya cuma di hotel sahid sebrang jalan raya. Allah :)
Disela kesibukan schedulenya di Jogja, Menyempatkan adalah kesempatan terbaik dalam situasi sesempit apapun. Hingga Alhamdulillah kita berkesempatan untuk bertemu meski pada akhirnya aku yang harus jadi tamunya. Karena aku harus berkunjung ke kamar hotelnya dengan jamuan bakso klenger yang begitu istimewa. Rasa kangen akan hari-hari yang penuh arti itu terbayar dengan cerita-cerita haru penuh perjuangan siang itu. Berakhir dengan pelukan hangat penuh doa, semoga kesuksesan menyertai kita. Allohumma yubaarik fiinaa jamii'an ya Rabb.
Allohu yahfadz,
Rifa
*foto diatas diambil ketika aku berjuang menghabiskan bakso dan ditinggal istirahat kak Lia yang terlampau lelah sebuah perjalanan, mungkin :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar