Biar, biarkan aku bercerita tentang perjalanan memulai Desember meski nantinya bisa saja aku akan kembali menggores tulisan tentang bulan-bulan sebelumnya.
1 Desember 2018.
Bulan terakhir dalam perjalanan 2018
Semoga bisa menjadi bulan dimana rasa syukur meningkat, ibadah kuat, belajar hebat, dan menjadi momentum perhelatan jiwa dan raga supaya lebih mantap karena hendak menyambut 2019 dengan khidmat.
Bismillah, dimulai dengan ritual tahajud yang semoga Allah senantiasa membersamai dalam merajut hari-hari kehidupan yang terus berlanjut, meski hari ini matahari tidak berhasil aku sambut. Selepas subuh, sempat tertidur yang kemudian dilanjut dengan perjalanan pulang pasca numpang tidur kos temen efek rapat kemalemen. Tidak banyak fafifu, sampai rumah langsung bergegas hendak berangkat berkegiatan. Ada kegiatan IMM untuk silaturahim ke pusat tarjih dan YIPC yang melangsungkan refleksi perdamaian. Sebenernya, semua schedule sudah tertata rapi dengan kunjungan tarjih yang seharusnya dilakukan pekan lalu dan YIPC pekan ini. Tapi karena sesuatu hal, tarjih harus diundur pekan ini juga. Akhirnya tumpuk dan berhubung pekan ini aku sudah mengiyakan YIPC, yasudah harus ada yang diikhlaskan kan? :)
Sindrom weekend yang sudah tak lagi berselera menghabiskan banyak acara, tapi tetap harus dipaksa. Bertemu dengan berbagai ragam manusia, berusaha merawat kebersamaan. Semoga Allah senantiasa mengarahkan dan menguatkan.
Pulang dengan rasa perut melilit yang akhirnya membuatku mampir ke sebuah masjid darussalam brimob untuk memenuhi panggilan alam itu. Selepasnya, rasa teduh seperti tertawarkan di masjid ini. Lamanya mata tidak membaca, menjadi tempat yang tepat untuk memanjakanku. Membaca adalah perjalanan dan aku harus segera melanjutkan perjalanan. Sampai kumandang adzan menggelegar kembali dan bapak siomay menghampiri. Allaaaah. Dari kemarin pengen banget mbaca dan makan siomay. Alhamdulillah hari ini Allah karuniakan keduanya dalam waktu dan tempat yang sangat tepat.
Dan hari ini aku menemukan tempat qtime yang berbeda. Bukan lagi perpustakaan atau tempat makan. Tapi masjid yang biasanya menjadi tempat berburu hati bersemayam mencari ketenangan batin dan berburu merdunya suara imam, hari ini memiliki arti lebih dari itu. Menjadi tempat ternyaman dalam sebuah penggembaraan hati, pikiran, maupun perut yang keroncongan :3
Semoga, perjalanan hari ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya. Aamiin,
Rifa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar