Sekarang aku tahu jawaban atas kemalasan-kemalasan, kemurungan dan banyak hal yang terasa sangat tidak berfaedah. Ternyata ada waktu dua bulan yang harus punya stock. Matursuwun ya Allah.
Hari itu, hati ini sangat was-was untuk berangkat KKN. Kecelakaan menghantui. Tambah lagi ketika satu keluarga mengantar hingga depan rumah kepergianku. Ini baru terjadi guys. Biasanya pergi sejauh apapun, ada aja yg nggak ada dirumah. Aku malah semakin was-was dan berdoa ya Allah semoga ini bukan pamitan. Dan ternyata jalanan menuju posko KKN tidak semulus dan selurus jalanan biasa hingga dzikir dan kehati-hatian selalu menjadi langkah waspada atas kecelakaan. Mungkin, jika aku tidak Allah anugrahi rasa was-was ini, entah bagaimana aku akan berkendara. Mungkin akan kebut-kebutan seperti biasa dan ngobrol ngalor kidul semaunya. Alhamdulillah, syukurpun terpanjat saat tiba di posko tapi masih saja was-was sampai hari ini karena berarti aku harus tetap berhati-hati melakukan perjalanan selama dua bulan ini.
Kemarin ini, aku ganti baju pake item-item entah kenapa aku kepikiran "kok kaya mau layat ya" dan hari ini, Kak Arum meninggal dunia :" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ingin takziyah, tapi apadaya. Semoga Ridho Allah mengiringi kepergiannya.
Baru beberapa hari KKN udah hampir murung, padahal udah nyetok tapi hikmahnya jafi blak-blakan tipe masing-masing dari kita barrng temen-temen KKN yang perempuan.
Ada otak yang harus dirawat nalarnya.
Ada hati yang harus dirawat rasanya.
Ada kolaborasi yang memadukan dengan segenap karsa.
Meski aku tak kuasa untuk merawat semuanya, semoga Engkau senantiasa membimbingku dalam sebuah langkah perjalanan yang lebih baik.
Allaaah :)
KKN Hari ke-8
Gunung Rego, 9 Juli 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar