Inget banget gimana dulu waktu pelajaran IPS disuruh ngehafalin perjanjian linggarjati dan renville. Pernah pas ujian, ketuker satu sama lain. Gelo sih waktu itu, udah ngafalin sungguh-sungguh malah salah cuma gegara ketuker. Dan time flies, waktu turun dari kol buat ke penginapan karantina tahfidz ada plang panah ke barat bertuliskan "Gedung Perjanjian Linggarjati" langsung senyum dan mbatin pernah dapet nilai jelek karena perjanjian itu.
Berhubung aku dateng pukul 06.30 pagi dan pembukaan masih pukul 16.00, setelah proses registrasi, packing kamar, dan bersih diri selesai, aku, Kak Lia dan Ratna memutuskan untuk sarapan didepan penginapan. Selesai sarapan, Kak Lia ngajakin jalan-jalan sambil nunggu pembukaan. Dengan spontan, kita nyegat kol kuning yang lewat dan pergilah ke gedung perundingan.
Bermodal ongkos kol seharga 2000 dan tiket museum 2000, kita bisa masuk dan menikmati gedung yang sarat bersejarah. Berdasar sejarah, Perundingan Linggarjati ditandatangani pada 25 Maret 1947
antara pihak Indonesia dan Belanda. Hasil perundingan Linggarjati menghasilkan
beberapa poin dan pasal sebagai berikut.
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri dari wilayah Indonesia, Kalimantan dan Timur Besar sebelum tanggal 1 Januari 1949.
4. Dalam bentuk Republik Indonesia Serikat, pemerintah Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai kepalanya.
Gedung perjanjian tersebut tidak terlalu besar, tapi memiliki halaman yang sangat besar dengan hamparan rumputnya. Berada didataran tinggi bawah kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Cirebon, Jawa Barat. Didalam gedung tersebut, kita dapat menjumpai foto-foto bersejarah lengkap dengan deskripsi sejarah. Beberapa quote pahlawan juga tampak dipajang. Selain foto, benda-benda bersejarah seperti meja kursi yang digunakan, tempat tidur, kamar mandi dan beberapa dokumen juga masih terjaga dengan apik.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar