• Generasi Damai


    Siapakah aku?
    I am a peacemaker
    Peacesantren 2018?
    Love and peace...


    Peacesantren merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Peace Generation Indonesia serentak pada bulan Ramadhan dibeberapa kota. Program ini semacam pesantren kilat plus. Plusnya adalah belajar nilai-nilai dan ayat-ayat perdamaian untuk menumbuhkan respect yang penting diaplikasikan dalam dunia anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan diadakannya program ini, dapat melahirkan generasi pembawa damai bagi setiap diri dan dunia.

    Alhamdulillah, Peacesantren Jogja terlaksana pada tanggal 01-03 Juni 2018 di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan ragam peserta dari berbagai macam SD diy-jateng dan 1 peserta dari Malang.


    Sudah lama aku dan mbak Linta ingin melakukan sesuatu bersama. Tapi entah itu apa. Sampai sebenarnya kita berada dalam satu garis koordinasi organisasi yang sangat mungkin bekerjasama (red: mb lin kabid Advo PW IPM dan aku angbid Advo PD IPM) tapi masih saja belom bertemu titik kerja bersamanya. 

    Sampai pada akhirnya mbak Linta menjadi Agent of Peace (AoP) Peacegen ID dan aku menjadi AoP YIPC ID. Dan kebetulan peacegen gelar program peacesantren. Dengan beberapa kali obrolan kesiapan, kita berangkat nggarap peacesantren. Mbak Linta dengan Bang Fikri sebagai AoP Peacegen yang menyupir berlangsungnya program ini dijogja. Dan aku co-supir yang berusaha melangsungkan program ini bersama temen-temen YIPC ID.


    Berkat sebuah kepercayaan, program ini terlaksana. Niat untuk berbagi nilai-nilai perdamaian dalam islam, kepedulian, serta kepercayaan antar orang mengantarkan kita (tim) bekerja dengan sangat professional tanpa persiapan yang panjang kali lebar kali tinggi alias salah satunya saja. hehe 

    Ada beberapa hal yang agak mengganjal dihati dalam pelaksanaan program ini, khususnya tentang birokrasi kerjasama antara Peacegen dan YIPC. Tapi ketidakenakan itu terabaikan dengan hal-hal yang lebih penting lainnya. Tentang bagaimana keberhasilan program ini, tentang kepercayaan orang tua menitipkan anak-anaknya, tentang mendidik anak-anak, tentang metode menyampaikan suatu maksud kepada anak-anak, tentang orang lain, dan pastinya tentang tanggungjawab. Bagaimana tanggungjawab pada sesama kita dan tanggungjawab padaNya.


    Tiga hari ini aku berhasil dituntut menjelma sebagai sosok kakak, ibu, teman, dan tentunya pembelajar yang harus hati-hati dan penuh teliti terhadap yang dipelajari. 


    Terimakasih Allah atas kehendaknya yang membuat akhirnya aku mau terjun ke dunia semacam pesantren kilat untuk anak-anak. (memang sebelumnya bagaimana? hehe)


    Buat adek-adek, trimakasih atas antusiasme mengikuti program ini. Semoga ilmu yang kita saling  bagi dapat bermanfaat kelak.

    Seneng rasanya denger seruan haru orangtua saat menjemput karena anaknya bisa tidur tanpa ibu, sahur mandiri, meminta maaf jika bersalah, dan banyak hal lainnya. Semoga nilai-nilai dalam program seperti ini benar-benar akan melekat dalam benak anak, barang satu dua pelajaran yang dapat diamalkan hingga ia besar.


    At least, semoga program ini membawa berkah bagi siapa saja yang ikut andil didalamnya. 

    Regards,
    Rifa 
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Back to