Mungkin tidur siangku hari ini adalah kali pertama, kedua atau hanya ketiga kalinya tidur siang saya di tahun 2018. Intinya aku udah lupa kapan terakhir merasakan tidur siang. Kali pertama untuk mengingat dan merasakan nikmatnya kembali tidur siang kali ini, berhasil meningkatan mood ku yang sudah satu minggu ini masuk kategori bad. Dan ternyata, menurut riset kedokteran, tidur siang yang cukup (20-30 menit) memang dapat meningkatkan mood dan banyak manfaat lainnya.
Selanjutnya, aku mau sharing tentang betapa perhatiannya orang luar sama tidur
Pindahan, 19 Maret 2018
Tidur
Beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah saya diberi kesempatan berkunjung ke negeri Jiran dan Singa putih.
Bagi saya, dalam kesempatan tersebut agenda yang cukup menguras tenaga adalah ketika Young Peace un-Conference United Nation World Interfaith Harmony Week (YPuC UN WIHW). Kita (delegasi INA) yang berperan sebagai tamu, peserta, sekaligus partnership tentunya ikut berpartisipasi pra-pas-pasca acara.
Pada saat itu pula, saya bertemu dengan pertanyaan unik yang dilontarkan tuan rumah (salah seorang penduduk negeri Jiran) "Bagaimana, disini bisa cukup tidur?"
Pertanyaan tersebut menjadi unik bagi saya karena lazimnya (di Indonesia), ketika bertemu dengan orang baru hendaklah bertanya nama dan kabar, bukan tentang tidur 😂
"Selamat datang, selamat beraktivitas dinegeri ini. Jangan lupa untuk cukup tertidur karena tidur mempengaruhi kualitas aktifitas harian kita." imbuhnya.
Sapaan dan pesan singkat itu terlontar begitu saja, kemudian ia pergi. Dalam benakku, betapa ia menaruh perhatian khusus terhadap "tidur" dalam hidupnya.
Dan ternyata, pertanyaan dan pernyataan tentang tidur tersebut dilontarkan oleh banyak orang. Baik dinegeri Jiran maupun Singaputih. Dari situ, saya mulai berfikir sebegitu pentingnya ya tidur cukup?
Penduduk Negara Singaputih yang selalu terlihat super sibuk dengan orientasi kekayaan, kebiasaan jalan cepat dan tepat waktunya, ternyata juga masih memikirkan tidur. *saya kira kerja terus hehe
Terkadang bagi saya --mahasiswa-- seringkali menyepelekan tidur. Kalau capek dan ngantuk ya bakal tidur lama banget. Sehari sepuluh jam, bukan perkara yang mustahil. Begitupun ketika bugar, dua hari tidak tidur juga menjadi hal lumrah. hehe
Pada akhirnya tibalah kesempatan sharing tentang tidur bersama salah seorang penduduk Singaputih dengan kesimpulan "sesibuk apapun kita, tidur malam tetaplah menjadi hal penting. Meski hanya 1-2jam itu cukup."
Pun dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang menunjukkan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Salah satunya dalam surat Al-An'am ayat 96. Dalam wikipedia disebutkan rentang waktu malam antara pukul 19.00-00.00 (so selepas jam 00.00 sudah pagi ya).
Dalam beberapa artikel, menyebutkan bahwa sleep hygiene bukan hanya berarti tidur dalam keadaan bersih melainkan tidur dengan pola yang tepat. Pola = kebiasaan yang stabil.
Riset ilmiah kebutuhan tidur yang baik selama 6 jam, dengan kebutuhan waktu mahasiswa, rupanya dapat dipatahkan dengan sleep hygiene. Pun dalam Al-Qur'an dan Assunnah juga tidak disebutkan berapa lama waktu tidur yang baik. Akan tetapi dalam surat Az-Zariyat ayat 17-18 disebutkan salah satu ciri orang bertakwa ialah "mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan"
Artinya seberapa waktu tidur kita, hendaklah cukup, membentuk pola dan tidak melupakan-Nya. So, mulai dari sekarang yuk kita bentuk pola tidur yang baik (sleep hygiene)
Misalnya, biasakan tidur jam 23.00 kemudian bangun pukul 01.00 atau jika ada waktu lebih luang bisa memperpanjang. Pola tidur jam 23.00 (sebelum jam 00.00) perlu dibiasakan.
Pola tidur yang tidak teratur, alias balas dendam diakhir pekan dengan tidur panjang ternyata dapat memicu serangan jantung dan stroke. Bagi laki-laki tidur terlalu larut juga dapat mengurangi produksi testosteron. (lupa baca dimana)
Sosok teladan Rosulullah, juga sudah memberikan contoh sleep hygiene. Pola tidur dan bangun di awal waktu perlu ditiru. Dalam sebuah hadist diterangkan "Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647). Dapat kita interpretasikan apabila setelah isya sudah tidak ada kesibukan apapun, hendaklah tidur. “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”. [An Naba : 9]
"Wahai para hamba Allah, jauhilah begadang di malam hari. Karena begadang itu menyebabkan beratnya solat dan berat ketika melaksanakannya. Tidurlah diawal malam agar kalian bisa bangun
diakhir malam. kalian memang membutuhkan tidur tetapi jangan jadikan tidur kalian diwaktu solat kalian."
-Fauzan Soleh-
Berdasarkan riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004 seperti dilansir dari cureresearch, Sabtu (1/5/2010) 28 juta orang Indonesia menderita Insomnia. Salah satu penyebab insomnia adalah tidak teraturnya pola tidur. Waa, banyak juga ya. Semoga kita bukan termasuk salahsatu penderitanya.
Selain belajar dari tujuan jelas perjalanan saya kemarin, saya juga belajar tentang pola hidup yang baik dan islami dari negara tetangga.
Malaysia yang tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai negara islam, tetapi banyak nilai-nilai islam yang diterapkan dalam kesehariannya. Pun Singapura sebagai negara sekuler juga sangat islami dalam menjalankan rutinitas harian seperti halnya tidur, makan, sopan santun, dsb. Semoga ada kesempatan lain untuk berbagi lagi.
*Perlu diketahui*,
tulisan diatas sebagai bentuk bayaran oleh-oleh yaa 😋 ditulis untuk my spesial PK IMM UY
Selanjutnya, aku mau sharing tentang betapa perhatiannya orang luar sama tidur
Pindahan, 19 Maret 2018
Tidur
Beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah saya diberi kesempatan berkunjung ke negeri Jiran dan Singa putih.
Bagi saya, dalam kesempatan tersebut agenda yang cukup menguras tenaga adalah ketika Young Peace un-Conference United Nation World Interfaith Harmony Week (YPuC UN WIHW). Kita (delegasi INA) yang berperan sebagai tamu, peserta, sekaligus partnership tentunya ikut berpartisipasi pra-pas-pasca acara.
Pada saat itu pula, saya bertemu dengan pertanyaan unik yang dilontarkan tuan rumah (salah seorang penduduk negeri Jiran) "Bagaimana, disini bisa cukup tidur?"
Pertanyaan tersebut menjadi unik bagi saya karena lazimnya (di Indonesia), ketika bertemu dengan orang baru hendaklah bertanya nama dan kabar, bukan tentang tidur 😂
"Selamat datang, selamat beraktivitas dinegeri ini. Jangan lupa untuk cukup tertidur karena tidur mempengaruhi kualitas aktifitas harian kita." imbuhnya.
Sapaan dan pesan singkat itu terlontar begitu saja, kemudian ia pergi. Dalam benakku, betapa ia menaruh perhatian khusus terhadap "tidur" dalam hidupnya.
Dan ternyata, pertanyaan dan pernyataan tentang tidur tersebut dilontarkan oleh banyak orang. Baik dinegeri Jiran maupun Singaputih. Dari situ, saya mulai berfikir sebegitu pentingnya ya tidur cukup?
Penduduk Negara Singaputih yang selalu terlihat super sibuk dengan orientasi kekayaan, kebiasaan jalan cepat dan tepat waktunya, ternyata juga masih memikirkan tidur. *saya kira kerja terus hehe
Terkadang bagi saya --mahasiswa-- seringkali menyepelekan tidur. Kalau capek dan ngantuk ya bakal tidur lama banget. Sehari sepuluh jam, bukan perkara yang mustahil. Begitupun ketika bugar, dua hari tidak tidur juga menjadi hal lumrah. hehe
Pada akhirnya tibalah kesempatan sharing tentang tidur bersama salah seorang penduduk Singaputih dengan kesimpulan "sesibuk apapun kita, tidur malam tetaplah menjadi hal penting. Meski hanya 1-2jam itu cukup."
Pun dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang menunjukkan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Salah satunya dalam surat Al-An'am ayat 96. Dalam wikipedia disebutkan rentang waktu malam antara pukul 19.00-00.00 (so selepas jam 00.00 sudah pagi ya).
Dalam beberapa artikel, menyebutkan bahwa sleep hygiene bukan hanya berarti tidur dalam keadaan bersih melainkan tidur dengan pola yang tepat. Pola = kebiasaan yang stabil.
Riset ilmiah kebutuhan tidur yang baik selama 6 jam, dengan kebutuhan waktu mahasiswa, rupanya dapat dipatahkan dengan sleep hygiene. Pun dalam Al-Qur'an dan Assunnah juga tidak disebutkan berapa lama waktu tidur yang baik. Akan tetapi dalam surat Az-Zariyat ayat 17-18 disebutkan salah satu ciri orang bertakwa ialah "mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan"
Artinya seberapa waktu tidur kita, hendaklah cukup, membentuk pola dan tidak melupakan-Nya. So, mulai dari sekarang yuk kita bentuk pola tidur yang baik (sleep hygiene)
Misalnya, biasakan tidur jam 23.00 kemudian bangun pukul 01.00 atau jika ada waktu lebih luang bisa memperpanjang. Pola tidur jam 23.00 (sebelum jam 00.00) perlu dibiasakan.
Pola tidur yang tidak teratur, alias balas dendam diakhir pekan dengan tidur panjang ternyata dapat memicu serangan jantung dan stroke. Bagi laki-laki tidur terlalu larut juga dapat mengurangi produksi testosteron. (lupa baca dimana)
Sosok teladan Rosulullah, juga sudah memberikan contoh sleep hygiene. Pola tidur dan bangun di awal waktu perlu ditiru. Dalam sebuah hadist diterangkan "Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647). Dapat kita interpretasikan apabila setelah isya sudah tidak ada kesibukan apapun, hendaklah tidur. “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”. [An Naba : 9]
"Wahai para hamba Allah, jauhilah begadang di malam hari. Karena begadang itu menyebabkan beratnya solat dan berat ketika melaksanakannya. Tidurlah diawal malam agar kalian bisa bangun
diakhir malam. kalian memang membutuhkan tidur tetapi jangan jadikan tidur kalian diwaktu solat kalian."
-Fauzan Soleh-
Berdasarkan riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004 seperti dilansir dari cureresearch, Sabtu (1/5/2010) 28 juta orang Indonesia menderita Insomnia. Salah satu penyebab insomnia adalah tidak teraturnya pola tidur. Waa, banyak juga ya. Semoga kita bukan termasuk salahsatu penderitanya.
Selain belajar dari tujuan jelas perjalanan saya kemarin, saya juga belajar tentang pola hidup yang baik dan islami dari negara tetangga.
Malaysia yang tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai negara islam, tetapi banyak nilai-nilai islam yang diterapkan dalam kesehariannya. Pun Singapura sebagai negara sekuler juga sangat islami dalam menjalankan rutinitas harian seperti halnya tidur, makan, sopan santun, dsb. Semoga ada kesempatan lain untuk berbagi lagi.
*Perlu diketahui*,
tulisan diatas sebagai bentuk bayaran oleh-oleh yaa 😋 ditulis untuk my spesial PK IMM UY
KOMPAS.com - Rahasia hidup bahagia ternyata sederhana saja. Tidur siang kurang dari 30 menit terbukti meningkatkan kebahagiaan kita. Para peneliti menemukan kata baru untuk menggambarkan perasaan puas setelah tidur siang singkat: "nappiness". Prof. Richard Wiseman dari University of Hertfordshire mengatakan, "Riset sebelumnya membuktikan bahwa tidur siang di bawah 30 menit membuat kita lebih fokus, produktif dan kreatif. Penelitian kami menemukan bahwa kita juga dapat menjadi lebih bahagia dengan tidur siang singkat." Namun studi itu menemukan bahwa mereka yang tidur siang lebih lama kurang bahagia dibandingkan dengan yang tidak tidur siang sama sekali. Lebih dari 1.000 orang ambil bagian dari studi ini yang dilakukan untuk Edinburgh International Science Festival itu. Di antara para peserta, 66 persen pelaku tidur siang singkat (tidur kurang dari setengah jam) melaporkan perasaan bahagia dibandingkan dengan 56 persen pelaku tidur siang lama dan 60 persen yang tak pernah tidur siang. Pelaku tidur siang singkat memiliki skor kebahagiaan rata-rata 3,67 pada skala 5 poin. Sementara yang bukan pelaku tidur siang ada di skala 3,52 dan pelaku tidur siang panjang berskala 3,44. Penelitian pun membuktikan bahwa 43 persen peserta berusia 18-30 tahun tidur lama di siang hari dibandingkan hanya 30 persen mereka yang berusia di atas 50 tahun. Hanya 11 persen mengatakan mereka dibolehkan tidur siang di tempat kerja. Padahal, banyak riset membuktikan tidur siang singkat meningkatkan kinerja. "Karyawan perlu disadarkan akan manfaat tidur siang di kantor," katanya. Tidur siang antara 20 sampai 30 menit disebutkan meningkatkan kreativitas, fokus dan kinerja. Satu studi yang dilaksanakan di badan antariksa NASA pada pilot militer mengantuk menemukan tidur siang 26 menit ketika co-pilot mengambil kontrol meningkatkan kewaspadaan hingga 54 persen. Di sisi lain, tidur siang panjang dan sering berhubungan dengan 82 persen peningkatan risiko penyakit jantung. Mantan Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill dan Margaret Thatcher mengklaim sering tidur beberapa jam dalam semalam. Tetapi mereka teratur tidur di siang hari.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidur Siang, Rahasia Hidup Bahagia", https://lifestyle.kompas.com/read/2017/04/01/110000923/tidur.siang.rahasia.hidup.bahagia.
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea

Tidak ada komentar:
Posting Komentar