Sabtu yang padat kembali menyapa.
Mulai dari pekerjaan rumah, tugas kuliah, dan berbagi belajar sekaligus mengajar bocah-bocah taman tahfidz dilanjut perjalanan malam menuju gunung kidul tempat berkhidmat.
Rutinitas sabtu-ahad justru menjadi rutinitas padat disamping senin-jum'at yang menjadi rutinitas kampus dengan segala antek-antek tugasnya.
Weekend pekan ketiga november 2017. Kembali mengingatkan perjalanan hijrah dan spirit untuk selalu berhijrah. Naik, turun, berkelok-kelok, menggigil, dingin, gelap, sesekali penerangan, hawa-hawa perusuh, jeglongan, curam yang menjadi perjalanan hijrah selama ini tergambar jelas dengan route perjalanan menuju tkp Pelatihan Da'i Pelajar Muhammadiyah (PDPM) PD IPM Kota Jogja.
Prolog perjalanan malam itu, menjadi hal haru bagiku. Menunggu sendiri dikantor dengan suasana syahdu yang sebelumnya sempet ditemenin sama temen-temen distro IPM. Syahdunya malam larut dengan kedatangan Dias. Malam pun jauh lebih gemerlap. Disusul dengan kedatangan Anggit, Naufal, Zul, Anis dan Satok. Tidak hanya gemerlap, tapi menggelegar. Gerr ramai sekali.
Satok--sosok partner kala itu--
Lama ya, sudah tidak bertemu. Rasa rindu itu ada, tapi bisa apa. Siapa kita. Hehe. Efeknya jadi rada shocked waktu ketemu dia malem ini. Allaah, apa kabarmu sat? Bukannya langsung menuju GK malah ngobrol dulu menghabiskan canda. Padal jam sudah menunjukkan waktu yang semakin larut.
Piye col, kok kowe sidane gelem mlebu PD? Gelem IPM an meneh? Padal tak ajak-ajak dengan rayuan bujukan tep wegah. Pertanyaan itu yang membuat ngelek idu, dan memutar memori beberapa bulan sampai tahun yang lalu. Lagi-lagi mengapa pertanyaan ini muncul? Bukan tentang plin-plan atau apa. Tapi, ini tentang hijrah. Beginilah perjalanan hijrahku di IPM. Biarkanku denganNya memilih memulai, jeda, atau bahkan mengakhiri. Biarkan alam dan waktu yang mengiringi dan menjawabnya. Alhamdulillah, dengan lambe turahnya Anggit ngejawab dengan jawaban canda. Setidaknya aku tidak perlu bercerita hehe. Maafkan ya sat. Intinya, yasudah sekarang begini. Sudah mau bergabung kembali didunia IPM Jaya.
Okee, kembali ke topik weekend
PDPM 2 tahun ini digelar (17-19/11) di Panggang Gunungkidul. Berlatarbelakang kesibukan pribadi dihari sabtu, membuatku baru bisa bergabung dalam kegiatan ini mulai sabtu malem sampai tuntas ahad sore. Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Irsyad, Vivian, dkk karena aku belom bisa jadi tim materi yang maksimal. Semoga Allah membalas kebaikan kalian yang rela menerima doble-job karena tanggungan jobku.
Datang langsung disambut dengan rayuan evaluasi harian. Menjadi sebuah perenungan sendiri, setelah perjalanan malam yang dingin dan menghawatirkan. Pikiranku tidak hanya duduk dengan evaluasi malam ini. Justru bergelantungan dengan memori-memori silam. Pertanyaan satok yang menjadi prolog perjalanan justru menghantui, mengingatkan jawaban-jawaban yang hanya aku yang mengerti. Ooh, sungguh waktu itu
Baiklah, cukupkan semua menjadi sejarah dan kenangan masa lalu. Yuk move on dan jangan lupa move up. Hehe. Upgrade-upgrade-upgrade.
Badan yang meringkuk pulas kembali terbangun dengan sentuhan halus Ahimsa dan gelegar adzan subuh. Alhamdulillah, Engkau masih karuniakan hari ini ya Allah.
Rutinitas subuh, dilanjut kajian ayat dan sharing bareng temen-temen kelompok menjadi refleksi tersendiri bagi diri. Mentadabburi ayat-ayatNya, merangkai kata, mengkontekstualisasikan dengan kehidupan nyata yang luarbiasa.
Refleksi pagi tak cukup dengan sekedar itu, senam pagi tak mau kalah untuk didendangkan. Baiklah, mari. Kapan lagi senam kalau nggak diacara-acara gini. Hehe. Dilanjut outbond kecil-kecilan karena rintik hujan tak mau kalah menyapa pagi. Pasca itu semua, mari kita dendangkan sebuah nyanyian dengan gitaran. oh no, sayangnya kapan aku bisa menyanyi? supaya ku bisa mengiringi tarian manis jentikmu. Ups, siapa hayo?
Anggap saja aktifitas pagi selesai.
Ahad, mendung. Semua rundown pelatihan pun berhasil dirudung. Alhamdulillah berjalan sesuai kesepakatan dung. Hehe
Dalam pelatihan ini ada banyak hal yang aku dapat. Tentang sebuah pertemuan baru, pertemuan kembali, pertemuan kenangan ataupun pertemuan angan. Mengingatkan untuk senantiasa berhijrah dengan berbagai ramuan perjalanan yang sudah, sedang, maupun akan. Trimakasih kepada partner-partner panitia pun peserta yang memberikan take and give dengan begitu mesra. Semoga Allah meridoi perjuangan kita.
Aamiin ya robbal 'alamin





Tidak ada komentar:
Posting Komentar