Tersebut kalau tidak salah nama warung soto yang aku singgahi pagi ini
Berawal dari jadwal berbagi sama nisa Kalau ketemu. Ya namanya Kalau ketemu, jadi nggak Ada pastinya. Alhasil Senin, 21 Agustus 2017 pasca H+3 tanggal kelahirannya kita sepakat sarapan bareng. Diawali adegan surprise birthday party nya nisa dari temen-temen musyrifah.
Menu sarapan yang cuma terserah lumayan bikin kita mutermuter cari tempet sarapan yang pas. Mulai dari ngasem, alkid, wijilan sampai bermuara di krapyak. Btw, tujuh tahun dijogja kita baru tahu panggung krapyak kali ini. Panggung yang berdiri layaknya benteng merupakan salahsatu bangunan bersejarah dijogja. Well, tetep saja kita belom tahu sejarahnya. Wkwk
Sampailah kita di warung soto yang harganya sangat terjangkau. Cukup 4000 rupiah kita udah bisa nikmatin semangkuk soto lengkap dengan nasi dan saos kecap tambahannya. Pilihan menu minumnya pun variasi. Aneka juz dengan harga terjangkau pula tersedia disitu. Waaah, nggumun. Serius kita nggumun. Yang bikin nggumunnya pake banget itu, diwarung ini tersedia berbagai macam buku yang siap dinikmati konsumennya. Meski berada dikawasan pondok krapyak tepatnya sebrang ponpes Al-Munawwir, buku disini tidak terbatas bergenre agama. Tapi berbagai genre tulisan ada. Kita bisa baca buku dengan gratis dan jika berminat membeli, bisa pesan langsung pada si pemilik warung. Singkat cerita, adek beliaulah yang kerja diii sebut saja perusahaan buku. Hehe
Prolog dari percakapan kita malah bukan topik yang semestinya kita bahas. Tapi asyik diskusi tentang ormas Muhammadiyah dan NU yang ternyata punya pondok yang jaraknya tidak terlalu jauh dan sama-sama kokoh berdiri. Jogja memang istimewa dari segala sudutnya.
Lagi-lagi anak muda penuh imajinasi, terbersitlah keinginan punya warung yang bisa enak buat berdiskusi pun menikmati setiap lembar kata dalam berbagai buku.
Semoga-semoga saja semua imajinasi, cita-cita, hal-hal yang ditunggu, segera datang dengan penuh ijin Nya
Regards,
Rifa
Rifa




Tidak ada komentar:
Posting Komentar