• Ramadhan #20


    Ramadhan selalu menjadi bulan yang cepat berlalu. Nggak kerasa, udah mau masuk bagian ketiganya. Yap! Memasuki 10 hari terakhir, yang merupakan pembebasan dari api neraka. Semoga kita benar-benar menjalankan amalan di 10 hari terakhir ini untuk bisa benar-benar bebas dari api neraka. Aamiin

    Hari ini hari ke20 dan tepat Maghrib ini, memasuki malam ramadhan ke 21. Tepat pula, aku dan Deksa bukber bareng yang only berdua. Nggak mewah, cuma ngabuburit bareng sepanjang jalanan sambil jalan kaki menuju ke tempat jual juz deket Masjid Gedhe (ya, siapa lagi yang ngebet juz kalau bukan aku). Dijalan banyak kita ngobrol. Tentang hari esok yang tidak bisa dijanjikan. Mungkin, sore ini tidak akan terulang untuk sore sore esok dan yaaang akan datang. Tentang hari-hari yang telah lalu yang aaah, sudah jangan diingat lagi kenangan kelam. Tentang hari ini yang kita saling bermaafan dan berpamitan. Pamit untuk Esok hari yang dia pulang kesubang dan malam ini yang aku pulang ke rumah untuk kembali.

    Dia,
    Temanku pun temanmu juga.
    Diantara macam-macam teman, macamnya dia untukku dan untukmu pasti berbeda. Mungkin menurutmu dia termasuk macam temen yang a, b, c, dsb. Dan untukku, dia termasuk macam temen yang dekeeeet banget. Hmm, pastinya nih kalau temen deket gitu nyenengin, nyebelin, ngangenin, ngeselin, pernah dilewatin. Dan pastinya kita punya bejibun kesalahan dan bejibun kebaikan yang udah saling kita lakuin. Semoga kesalahan kita terhapus dan terampuni olehNya dan bukan jadi penghalang menuju SurgaNya. Aamiin. Semoga juga kebaikan kita selalu dilanggengkan dan menjadi amalan yang diterima olehNya. Aamiin

    Yang dulunya kita berjuang bareng jadi murid, jadi organisatoris, jadi musyrifah, jadi-jadian yang lainnya. Loh. Wkw. Hari ini  juga jadi momentum pamitku buat duluan mengakhiri masa Musyrifah. Denganku, semuanya tak tentu pasti. Tapi denganNya semua menjadi pasti. Pasti diberi cobaan tapi dimudahkan, pasti diberi kelapangan, pasti diberi kebahagiaan, pasti diberi kesehatan dan kepastian kepastian lain yang diusahakan dan diminta padaNya. Jaga hati, jaga kesehatan. Usaha buat makan 3kali sehari lebih nikmat loh, dibanding usaha buat ngelawan penyakit kalau udah hinggap ditubuh. Jaga-jaga yang lainnya kamu udah lebih paham sama apa yang harus kamu hadepin. Baik-baik, saling percaya dan sangat percaya sama Dia yang diatas.

    Meski foto diatas bukan foto kita bukber kali ini, tapi mewakili momentum kita berdua yaa. Senja ini sederhana, segelas juz semangkok pempek. Menutup jumpa kita di romadhon tahun ini sekaligus menutup kesalahan-kesalahan dan kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang lalu.

    Kami benar-benar mengharap ampunan Mu wahai Maha Yang Mengampuni. Bebaskan kami dari api neraka. Jadikan kami kembali fitrah. Izinkan kami di hari yang Fitri nanti benar-benar Fitri tanpa terbebani kesalahan-kesalahan konyol yang pernah kita lalui. Engkau yang Maha Mengetahui, Engkau yang Maha Memahami, Engkau yang Maha Mengampuni.

    Yang senantiasa cinta padaMu dan mengharap kecintaanMu.
    Regards,
    Rifa


    •°Baru ke post•°



  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Back to